Kayuhan Kecil di Jalan Panjang
Judul: Kayuhan Kecil di Jalan Panjang
Setiap pagi, Randy selalu melewati jalan tanah berdebu di belakang rumahnya. Ditangannya, ia menuntun sepeda tua meninggalkan ayahnya. Sepeda itu bukan sekadar alat transportasi; itu adalah pengingat tentang cara menjalani hidup.
Suatu sore, setelah hari yang terasa berat, Randy duduk di tepi jalan dan menatap sepeda itu lama. “Mengapa hidup terasa semakin sulit?” gumamnya. Ia baru kehilangan pekerjaan, rencana masa depan macet, dan rasa percaya dirinya ikut runtuh.
Saat itu angin terasa menyentuh pelan, menggerakkan roda sepeda hingga berputar sedikit. Randy memperhatikan gerakan kecil itu—hanya satu putaran, tetapi cukup untuk membuat sepeda tetap berdiri.
Ia teringat ucapan ayahnya dulu: “Hidup itu seperti mengendarai sepeda. Untuk menjaga keseimbangan, kamu harus terus bergerak.”
Kata-kata itu kembali menancap.
Randy menarik napas panjang, lalu berdiri. Ia menaiki sepeda orang tuanya dan mulai mengayuh perlahan. Kayuhan pertama terasa berat. Kayuhan kedua goyah. Kayuhan ketiga membuatnya hampir jatuh. Namun setelah itu, roda bergerak lebih ringan, tubuhnya mulai seimbang, dan angin terasa lebih bersahabat.
Saat melewati tikungan, Randy seperti mendengar suara ayahnya lagi.
Gerak kecil itu mengajarkannya bahwa:
hidup tidak bisa berhenti, karena berhenti membuatnya tumbang,
keseimbangan tidak muncul dari kesempurnaan, tetapi dari konsistensi,
tantangan adalah bagian dari perjalanan,
dan kebingungan bukan alasan untuk berhenti.
Randy terus mengayuh. Tidak cepat, tidak muluk-muluk, tetapi cukup. Setiap meter yang dilewatinya memberi ruang baru untuk bernapas, memikirkan ulang rencana, dan menata langkah.
Malam itu, setelah kembali ke rumah, ia membuka buku catatan dan menuliskan satu keputusan sederhana: besok tetap bergerak, meski sedikit.
Sepeda tua di sudut rumah tampak diam, tetapi Randy tahu: selama ia masih mengayuh hidupnya—perlahan atau cepat—ia tidak akan jatuh.
Karena hidup, seperti sepeda itu, hanya membutuhkan satu hal: terus bergerak.


Post a Comment