Header Ads

test
--

MIRAS/NARKOBA MERUSAK MASA DEPAN ANAK MUDA PAPUA

 MIRAS/NARKOBA MERUSAK MASA DEPAN ANAK MUDA PAPUA
Nasehat Orang Tua Hanya Jadi Dongeng

Di banyak sudut tanah Papua, kisah ini terus terulang. Orang tua menasehati dengan suara bergetar, bahkan dengan air mata yang jatuh diam-diam. Mereka berbicara tentang harapan, tentang masa depan, tentang hidup yang masih panjang dan penuh peluang. Namun sering kali, semua itu hanya terdengar seperti dongeng di telinga anak muda. Bukan karena orang tua tidak peduli, tetapi karena pikiran anak lebih tertarik pada kebahagiaan sementara yang ditawarkan miras dan narkoba.

Miras dan narkoba menjanjikan rasa senang sesaat, tawa singkat, dan pelarian dari masalah hidup. Tapi di balik itu, perlahan ia merampas mimpi, kesehatan, dan masa depan. Banyak anak muda Papua yang seharusnya berdiri gagah mengejar cita-cita, justru terjatuh dalam lingkaran gelap ketergantungan. Ada yang kehilangan arah, ada yang kehilangan kesempatan, bahkan ada yang kehilangan nyawa.

Miras membuat lidah kehilangan hormat dan tangan kehilangan kendali. Anak yang belum mampu menafkahi diri, justru melukai istri dan menakuti anaknya sendiri. Ingat, kedewasaan bukan soal usia, tapi tanggung jawab. Hentikan miras, selamatkan keluarga, dan jadilah laki-laki yang layak dihormati.

Lebih menyakitkan lagi, dampaknya tidak berhenti pada diri sendiri. Kadang nyawa jadi korban, kadang orang lain yang tidak bersalah ikut menjadi korban. Kecelakaan, kekerasan, perpecahan keluarga, dan duka mendalam adalah jejak yang sering ditinggalkan oleh miras dan narkoba. Di sisi lain, orang tua hanya bisa menatap dengan hati hancur, bertanya dalam diam: di mana salah kami?

Pesan ini bukan untuk menghakimi, tetapi untuk menyadarkan. Anak muda Papua adalah harapan besar bagi tanah ini. Kekuatan, kecerdasan, dan semangat kalian dibutuhkan untuk membangun masa depan Papua yang lebih baik. Jangan biarkan miras dan narkoba mencuri semua itu. Kebahagiaan sejati tidak lahir dari botol atau pil, tetapi dari hidup yang dijalani dengan tujuan, tanggung jawab, dan harapan.

Mari dengarkan nasehat orang tua, sebelum air mata itu berubah menjadi penyesalan abadi. Pilih hidup, pilih masa depan, dan pilih untuk menjadi generasi Papua yang kuat, sadar, dan berdaya. Karena masa depan Papua ada di tangan anak mudanya.

Tidak ada komentar

//]]>