cukup disimpan, dikerjakan perlahan
Awalnya tempat itu hanya diratakan.
Tanah batu dan rumput liar,
Tidak ada papan rencana, tidak ada suara pengumuman.
Hanya niat kecil: membuat jalan masuk ke tempat galian batu.
Hujan datang berkali-kali.
Tanah yang tadinya keras berubah licin.
Langkah jadi ragu, roda trek sering terjebak.
Waktu berjalan, diam-diam menguji kesabaran.
Orang lewat tanpa banyak bertanya.
Sebagian hanya melihat, sebagian mengira akan dibiarkan begitu saja.
Padahal tidak semua rencana perlu diumumkan.
Ada yang cukup disimpan, dikerjakan perlahan.
Suatu hari, tanah itu tak lagi berlumpur.
Jejak hujan tertutup adukan semen.
Jalan menjadi tenang, rata, dan pasti.
Tidak banyak kata, tapi hasilnya bisa dilalui.
Begitulah tempat itu berubah.
Bukan karena ramai dibicarakan,
melainkan karena waktu dan kerja
yang berjalan tanpa perlu banyak suara.
Tanah batu dan rumput liar,
Tidak ada papan rencana, tidak ada suara pengumuman.
Hanya niat kecil: membuat jalan masuk ke tempat galian batu.
Hujan datang berkali-kali.
Tanah yang tadinya keras berubah licin.
Langkah jadi ragu, roda trek sering terjebak.
Waktu berjalan, diam-diam menguji kesabaran.
Orang lewat tanpa banyak bertanya.
Sebagian hanya melihat, sebagian mengira akan dibiarkan begitu saja.
Padahal tidak semua rencana perlu diumumkan.
Ada yang cukup disimpan, dikerjakan perlahan.
Suatu hari, tanah itu tak lagi berlumpur.
Jejak hujan tertutup adukan semen.
Jalan menjadi tenang, rata, dan pasti.
Tidak banyak kata, tapi hasilnya bisa dilalui.
Begitulah tempat itu berubah.
Bukan karena ramai dibicarakan,
melainkan karena waktu dan kerja
yang berjalan tanpa perlu banyak suara.


Post a Comment