Header Ads

test
--

Kisah Gadis Pintar Da Yang Benci Dengan Pria Yang Mendekatinya, Tapi Malah Jatuh Cinta

 
Halo, bertemu lagi cerita ini.
Sebelum mulai, saya doakan teman-teman semua diberikan rezeki yang berlimpah ruah, dikabulkan semua hajatnya, dilunaskan segala hutangnya, sehat jasmani dan rohani, serta segera dipanggil ke Baitullah dengan cara dan fasilitas terbaik.

Awal film memperlihatkan dua orang pria yang sedang nongkrong di atas atap rumah. Salah satunya bernama Brit, yang sedang memperhatikan seorang wanita di rumah seberang. Ia bertanya kepada temannya, Peter, tentang rumah tersebut. Peter menjelaskan bahwa rumah itu milik Remy, seorang siswi yang cukup terkenal.

Di dalam rumah, Remy sedang berbincang dengan orang tuanya mengenai wawancara yang baru saja ia jalani. Ayahnya mengatakan bahwa sikap Remy saat wawancara masih wajar. Sementara itu, Peter menceritakan kepada Brit bahwa Remy adalah siswa terpintar di sekolah, meraih nilai sempurna, bahkan mendapatkan beasiswa dari Google. Karena prestasinya itu, banyak wartawan datang untuk mewawancarainya. Peter menambahkan bahwa selama menjadi tetangga, ia hampir tidak pernah berbincang banyak dengan Remy, karena Remy cenderung tertutup dan kurang bergaul.

Suatu hari di stasiun kereta, Brit tanpa sengaja melihat Remy yang akan menaiki kereta yang sama. Brit terus memperhatikannya hingga akhirnya memberanikan diri untuk menyapa dan mengajak berbincang. Percakapan mereka berlanjut di dalam kereta. Brit mulai bercerita tentang hobi dan kecintaannya pada musik klasik, sementara Remy hanya tersenyum karena tidak familiar dengan musisi-musisi yang disebutkan Brit. Beberapa ucapan Brit membuat Remy merasa tidak nyaman, sehingga ia kembali memasang earphone.

Setibanya di stasiun berikutnya, Brit kembali menghampiri Remy dan menawarkan untuk naik kereta cepat bersama karena tujuan mereka sama. Akhirnya Remy setuju. Di dalam kereta cepat, Brit meminta maaf atas sikapnya sebelumnya. Remy memaafkan Brit, dan mereka mulai berbincang lebih santai. Remy bercerita bahwa ia bermimpi kuliah di Harvard, sementara Brit justru berencana mengambil jeda satu tahun tanpa kuliah. Remy menyarankan Brit untuk memanfaatkan waktu tersebut dengan kegiatan bermanfaat, seperti magang, mengajar, atau kegiatan sosial. Namun Remy sendiri tetap memilih kuliah demi mengejar mimpinya.

Setelah berpisah, Brit mencoba memanggil Remy, tetapi suaranya tidak terdengar jelas. Akibatnya, Remy tertabrak sepeda. Brit segera membawanya ke puskesmas dan kembali mencoba mengajak Remy berkencan, namun Remy menolak karena ia tidak ingin mimpinya hancur hanya karena hubungan singkat. Remy meminta Brit untuk pergi.

Beberapa waktu kemudian, orang tua Remy menjodohkannya dengan Lukas untuk acara perpisahan SMA. Remy tidak menyukai Lukas, tetapi tetap datang. Di acara tersebut, Remy kembali bertemu Brit. Akhirnya, Remy dan Brit menikmati malam perpisahan bersama sebagai pasangan.

Setelah acara, Brit mengajak Remy makan sushi. Remy terkesan karena Brit bisa berbahasa Jepang dan ternyata pernah tinggal di Jepang. Malam itu berlanjut dengan jalan-jalan hingga akhirnya mereka tiba di rumah Brit. Di sana, mereka mengobrol santai hingga Remy mengeluarkan ganja yang sebelumnya ia simpan. Hal tersebut membuat Brit terkejut karena citra Remy selama ini adalah siswi pintar dan tertutup. Malam itu, mereka terjerumus dalam hubungan terlarang.

Sejak saat itu, Remy dan Brit resmi berpacaran. Remy mulai berubah, sering minum dan menggunakan ganja, bahkan memutuskan menunda kuliah di Harvard demi ikut Brit ke penangkaran penyu. Ketika Remy akhirnya jujur kepada orang tuanya, mereka sangat marah dan menentang keputusannya, menganggap Brit sebagai pengaruh buruk.

Konflik memuncak saat Remy mabuk dan nekat mengemudi hingga mengalami kecelakaan. Remy meluapkan kemarahannya kepada Brit dan menyesali pertemuan mereka. Ia memutuskan hubungan dan kembali mengejar mimpinya kuliah di Harvard.

Di musim gugur, Remy terlihat sibuk kuliah dan bekerja paruh waktu. Suatu hari, ia melihat unggahan Brit di media sosial dan rindu padanya. Akhirnya mereka kembali bertemu. Remy tampak bahagia dengan kehidupannya di kampus, sementara Brit bekerja di perusahaan rekaman. Meski masih saling menyimpan perasaan, mereka memilih berteman.

Didorong oleh sahabatnya, Remy akhirnya menyusul Brit ke konser dan mengungkapkan perasaannya. Namun Brit menolak untuk kembali bersama karena tidak ingin mengganggu kebahagiaan Remy saat ini. Remy pergi dengan hati hancur.

Setelah konser, Brit menyadari bahwa ia sebenarnya masih mencintai Remy. Ia pun menyusul Remy ke asrama, dan akhirnya mereka kembali bersatu.

Film pun tamat.
Pesan dari admin: tirulah semangat belajar Remy dalam meraih impian, namun jangan meniru sisi buruknya.

Tidak ada komentar

//]]>