Orang Yang Palingku Benci dan MembencikuTernyata Mencintaiku Dalam Diam
Halo, bertemu lagi cerita ini.
Kali ini saya akan mengulas sebuah film yang mengisahkan tentang dua orang yang saling membenci, namun diam-diam menyimpan perasaan satu sama lain. Sang pria menyukai wanita yang ia benci, dan ternyata perasaan itu berbalas. Penasaran bagaimana kisahnya? Simak sampai selesai, ya.
Sebelum mulai, seperti biasa, dari lubuk hati yang paling dalam saya doakan semua yang hadir di sini diberikan rezeki yang mengalir deras seperti air Zamzam, disehatkan jiwa dan raganya, dilunaskan segala hutangnya, serta segera dipanggil ke Baitullah. Jangan lupa memperbanyak amal saleh di awal bulan Zulhijah dan menjalankan puasa Arafah.
Awal film memperlihatkan seorang wanita bernama Sahra yang sedang berkendara menuju rumah neneknya. Di perjalanan, ia kesal karena disalip pengendara motor yang melaju kencang. Setibanya di rumah, Sahra memanggil-manggil sang nenek, namun tidak ada jawaban. Semua pintu rumah terkunci dan telepon neneknya pun tidak diangkat.
Tetangga Sahra yang bernama Danil ikut panik karena sebelumnya neneknya mengatakan bahwa nenek Sahra sakit jantung. Tanpa berpikir panjang, Danil memanjat ke loteng untuk memeriksa pintu lantai dua, tetapi semuanya terkunci. Ia mencoba menelepon ulang dari dalam rumah dan terdengar suara ponsel berdering. Karena khawatir terjadi hal buruk, Sahra memecahkan kaca pintu menggunakan helmnya.
Tak lama kemudian, kedua nenek datang dan terkejut melihat kejadian tersebut. Danil marah karena mengira Sahra dan Danil bertindak kekanak-kanakan. Nenek Azura akhirnya mengaku bahwa ia berbohong soal sakit jantung. Ia dan nenek Sahra sebenarnya pergi ke pantai, ponsel mereka mati kehabisan baterai, dan ponsel nenek Azura tertinggal di rumah.
Setelah mengetahui semuanya, Sahra dan Danil kembali bertengkar. Mereka memang musuh bebuyutan sejak usia lima belas tahun. Sebelum pulang, Danil menyerahkan helmnya yang rusak kepada Sahra, membuat Sahra semakin kesal karena helmnya hanya tergores sedikit.
Danil kemudian bertanya kepada nenek Azura alasan memanggilnya pulang. Nenek Azura mengaku kesal karena Danil jarang memberi kabar. Namun Danil merasa neneknya menyembunyikan alasan lain. Di sisi lain, Sahra mendapat kabar dari rekan kerjanya, Ahu, bahwa Karim telah mengambil alih pekerjaannya sehingga bos lebih percaya kepadanya.
Tak lama kemudian, Sahra diminta neneknya mengantar makanan ke rumah nenek Azura. Sahra menolak karena tidak ingin bertemu Danil, tetapi akhirnya terpaksa pergi. Pertemuan mereka kembali diwarnai sikap dingin dan sindiran. Danil bahkan meremehkan masakan yang dibawa Sahra, membuat Sahra sakit hati.
Malam harinya, Sahra mendapat kabar bahwa Karim gagal mendapatkan kesempatan wawancara dengan seorang fotografer terkenal bernama Danil Tunali, peraih penghargaan global yang menolak diwawancarai media. Sahra harus berhasil mewawancarainya demi promosi jabatannya.
Keesokan harinya, Karim menantang Sahra taruhan. Siapa yang berhasil mewawancarai Danil Tunali akan mendapatkan promosi, sedangkan yang gagal harus keluar dari pekerjaan. Sahra menyetujuinya.
Serangkaian kejadian mempertemukan Sahra dan Danil lebih sering, termasuk insiden Sahra jatuh dari pohon dan melukai kepala Danil. Meskipun Sahra berusaha meminta maaf, Danil tetap bersikap dingin. Namun Sahra kemudian mengetahui bahwa Danil tetangganya ternyata adalah Danil Tunali, fotografer yang selama ini ia cari.
Perlahan, hubungan mereka mulai mencair. Meski sering bertengkar, mereka mulai menghabiskan waktu bersama, pergi ke pantai, menikmati matahari terbenam, dan berbagi kenangan masa remaja. Terungkap bahwa Danil diam-diam telah lama mencintai Sahra, namun tidak pernah mengungkapkannya.
Puncak konflik terjadi ketika kesalahpahaman kembali muncul dan Danil meminta Sahra menjauh darinya. Namun berkat rencana kedua nenek, mereka kembali dipertemukan hingga akhirnya saling memahami perasaan masing-masing.
Danil akhirnya bersedia membantu Sahra sebagai fotografer tanpa mencantumkan namanya. Sahra berhasil menulis artikel yang menyentuh hati, membuat kariernya melesat dan diangkat menjadi pimpinan redaksi. Tulisan itu juga membuka mata Danil bahwa selama ini ia salah paham terhadap Sahra.
Di akhir cerita, Danil datang ke acara syukuran Sahra. Mereka saling mengungkapkan perasaan dan mengakhiri kisah panjang penuh salah paham dengan kebahagiaa
Kali ini saya akan mengulas sebuah film yang mengisahkan tentang dua orang yang saling membenci, namun diam-diam menyimpan perasaan satu sama lain. Sang pria menyukai wanita yang ia benci, dan ternyata perasaan itu berbalas. Penasaran bagaimana kisahnya? Simak sampai selesai, ya.
Sebelum mulai, seperti biasa, dari lubuk hati yang paling dalam saya doakan semua yang hadir di sini diberikan rezeki yang mengalir deras seperti air Zamzam, disehatkan jiwa dan raganya, dilunaskan segala hutangnya, serta segera dipanggil ke Baitullah. Jangan lupa memperbanyak amal saleh di awal bulan Zulhijah dan menjalankan puasa Arafah.
Awal film memperlihatkan seorang wanita bernama Sahra yang sedang berkendara menuju rumah neneknya. Di perjalanan, ia kesal karena disalip pengendara motor yang melaju kencang. Setibanya di rumah, Sahra memanggil-manggil sang nenek, namun tidak ada jawaban. Semua pintu rumah terkunci dan telepon neneknya pun tidak diangkat.
Tetangga Sahra yang bernama Danil ikut panik karena sebelumnya neneknya mengatakan bahwa nenek Sahra sakit jantung. Tanpa berpikir panjang, Danil memanjat ke loteng untuk memeriksa pintu lantai dua, tetapi semuanya terkunci. Ia mencoba menelepon ulang dari dalam rumah dan terdengar suara ponsel berdering. Karena khawatir terjadi hal buruk, Sahra memecahkan kaca pintu menggunakan helmnya.
Tak lama kemudian, kedua nenek datang dan terkejut melihat kejadian tersebut. Danil marah karena mengira Sahra dan Danil bertindak kekanak-kanakan. Nenek Azura akhirnya mengaku bahwa ia berbohong soal sakit jantung. Ia dan nenek Sahra sebenarnya pergi ke pantai, ponsel mereka mati kehabisan baterai, dan ponsel nenek Azura tertinggal di rumah.
Setelah mengetahui semuanya, Sahra dan Danil kembali bertengkar. Mereka memang musuh bebuyutan sejak usia lima belas tahun. Sebelum pulang, Danil menyerahkan helmnya yang rusak kepada Sahra, membuat Sahra semakin kesal karena helmnya hanya tergores sedikit.
Danil kemudian bertanya kepada nenek Azura alasan memanggilnya pulang. Nenek Azura mengaku kesal karena Danil jarang memberi kabar. Namun Danil merasa neneknya menyembunyikan alasan lain. Di sisi lain, Sahra mendapat kabar dari rekan kerjanya, Ahu, bahwa Karim telah mengambil alih pekerjaannya sehingga bos lebih percaya kepadanya.
Tak lama kemudian, Sahra diminta neneknya mengantar makanan ke rumah nenek Azura. Sahra menolak karena tidak ingin bertemu Danil, tetapi akhirnya terpaksa pergi. Pertemuan mereka kembali diwarnai sikap dingin dan sindiran. Danil bahkan meremehkan masakan yang dibawa Sahra, membuat Sahra sakit hati.
Malam harinya, Sahra mendapat kabar bahwa Karim gagal mendapatkan kesempatan wawancara dengan seorang fotografer terkenal bernama Danil Tunali, peraih penghargaan global yang menolak diwawancarai media. Sahra harus berhasil mewawancarainya demi promosi jabatannya.
Keesokan harinya, Karim menantang Sahra taruhan. Siapa yang berhasil mewawancarai Danil Tunali akan mendapatkan promosi, sedangkan yang gagal harus keluar dari pekerjaan. Sahra menyetujuinya.
Serangkaian kejadian mempertemukan Sahra dan Danil lebih sering, termasuk insiden Sahra jatuh dari pohon dan melukai kepala Danil. Meskipun Sahra berusaha meminta maaf, Danil tetap bersikap dingin. Namun Sahra kemudian mengetahui bahwa Danil tetangganya ternyata adalah Danil Tunali, fotografer yang selama ini ia cari.
Perlahan, hubungan mereka mulai mencair. Meski sering bertengkar, mereka mulai menghabiskan waktu bersama, pergi ke pantai, menikmati matahari terbenam, dan berbagi kenangan masa remaja. Terungkap bahwa Danil diam-diam telah lama mencintai Sahra, namun tidak pernah mengungkapkannya.
Puncak konflik terjadi ketika kesalahpahaman kembali muncul dan Danil meminta Sahra menjauh darinya. Namun berkat rencana kedua nenek, mereka kembali dipertemukan hingga akhirnya saling memahami perasaan masing-masing.
Danil akhirnya bersedia membantu Sahra sebagai fotografer tanpa mencantumkan namanya. Sahra berhasil menulis artikel yang menyentuh hati, membuat kariernya melesat dan diangkat menjadi pimpinan redaksi. Tulisan itu juga membuka mata Danil bahwa selama ini ia salah paham terhadap Sahra.
Di akhir cerita, Danil datang ke acara syukuran Sahra. Mereka saling mengungkapkan perasaan dan mengakhiri kisah panjang penuh salah paham dengan kebahagiaa


Post a Comment