tidak semua rencana perlu diumumkan
Orang-orang hanya melihat batu.
Batu yang diangkat, dipindahkan, lalu tanah yang diratakan perlahan. Dari kejauhan, tak ada yang istimewa. Hanya kerja kasar—keringat yang jatuh dan punggung yang membungkuk. Begitulah cara orang menilai: dari apa yang tampak di mata.
Padahal, di balik bunyi linggis dan gesekan batu, ada sesuatu yang tumbuh diam-diam.
Bertahun-tahun lalu, di sebuah sudut kampung yang berbatu, seorang anak rantau bernama Chados berdiri dengan tekad, danbukan harta. Ia tak langsung membangun apa-apa. Ia hanya mulai dari yang paling dasar: meratakan batu dan tanah. Hari demi hari, lokasi itu berubah—pelan, nyaris tak disadari. Dari semak dan bebatuan liar, menjadi hamparan yang rapi, seolah sedang menunggu sesuatu yang belum bernama.
teman datang bertanya-tanya.
“Untuk apa?”
Chados hanya tersenyum. Ia tahu, tidak semua rencana perlu diumumkan.
Waktu berjalan. Tanah yang dulu diratakan tetap kosong, tapi tak sia-sia. Ia menjadi saksi sunyi dari pertemuan, obrolan, dan keyakinan yang dirajut. Saat musim politik datang, Chados ikut bekerja—bukan sekadar memilih, tapi meyakinkan. Ia bergerak dari rumah ke rumah, membawa harapan sederhana: jika ko ingin diperhatikan, koi harus bersuara.
Bupati pun menang.
Dan janji tak tinggal janji.
Suatu hari, chados mengukur ternyata bisa di bangun sesuatu. lalu ide membangun. MCK berdiri tepat di lokasi yang telah dirapikan bertahun-tahun lalu. Banyak yang terkejut. Ada yang tertawa kecil—siapa sangka, tempat yang dulu dianggap “tidak jelas gunanya” kini menjadi fasilitas yang paling dibutuhkan.
Di situlah keunikannya.
MCK itu bukan bangunan tiba-tiba. Ia adalah hasil dari kesabaran, dari tanah yang diratakan jauh sebelum orang tahu apa yang akan tumbuh di atasnya.
Chados berdiri memandang bangunan itu tanpa tepuk tangan. Ia tahu, proses awal memang hanya terlihat seperti mengambil batu. Tapi jauh dari yang dilihat mata, ada ide yang dipelihara, dan motivasi yang tidak pernah berhenti bekerja.
Karena perubahan besar sering kali dimulai dari kerja kecil yang tidak dihargai siapa pun—kecuali oleh orang yang percaya pada waktunya sendiri.


Post a Comment